Karena itulah, ulama berbeda pendapat dalam memahami kata ‘hari’ terkait proses penciptaan alam semesta. Ibnu Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah menyebutkan perbedaan pendapat ulama tentang makna ‘hari’ dalam ayat di atas. Beliau menyatakan ada dua pendapat ulama tentang makna kata ‘hari’ terkait penciptaan langit dan bumi,
Sehingga yang tepat kita katakan ketika mendapati perbedaan penafsiran semacam ini adalah, “Sebagian ahli tafsir menafsirkan demikian,” bukan dengan mengatakan, “Para ahli tafsir berbeda pendapat dalam masalah ini.” 122 Namun jika terjadi perbedaan penafsiran tentang suatu ayat Al-Qur’an dan perbedaan tersebut saling bertentangan Hormati pandangan dan pendapat orang lain meskipun tidak setuju dengan mereka. Allah SWT mengatakan dalam surah Al-Furqan ayat 63: “Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil mengadakan pembicaraan dengan mereka, mereka mengatakan: “Salam!””
Sikap Toleran terhadap Perbedaan Pendapat. Yang menarik, dalam mengemukakan berbagai pendapatnya, ulama-ulama Islam, terutama yang diakui secara luas keilmuannya, mampu menunjukkan kedewasaan sikap, toleransi, dan objektivitas yang tinggi. Mereka tetap mendudukkan pendapat mereka di bawah Al Qur’an dan Hadits, tidak memaksakan pendapat, dan
Dalam artian, pembacaan terhadap Al-Quran dari awal sampai akhir tidak keluar dari tujuh wajah perbedaan, yaitu. Perbedaan bentuk Isim mufrad, mutsanna, jama’ muzakkar maupun muannas sebagaimana tertulis Q.S. al-Mu’minun ayat 8. Perbedaan bentuk fi‘il madli, mudlari’ dan ‘amr seperti dalam Q.S. Saba’ ayat 19. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An-Nisa’: 59) Wallahu waliyyut taufiq. Referensi: Al-Baqarah ayat 233 dan menelaah perbedaan makna umm dan walidah yang terdapat dalam ayat tersebut.Kemudian menganalisis Hadist tentang kebolehan seorang pria melihat wanita pinangan nya ,dan berbagai makna نظر dalam perkataan ulama yang saya temukan di Republika online. 1.QS.al-baqarah ayat 233,dan analisa tentang perbedaan umm dan walidah.

Sedangkan sebagian ulama lain berpendapat bahwa maksud ayat ini adalah tiga kali haid. (Tafsir al-Quran al-‘Adzim, Ibnu Katsir, 2/335-337) Materi Khutbah Jumat: Ulama Pewaris Nabi & Ulama Pewaris Nafsu . Kedua, penilaian terhadap status hadits. Hadits sebagai sumber pengambilan hukum juga menyebabkan perbedaan pendapat para ulama fikih.

6cTaE.
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/155
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/437
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/460
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/83
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/246
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/303
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/168
  • o8qo9mg8ih.pages.dev/264
  • ayat alquran tentang perbedaan pendapat